Jodoh

Selalu ada cerita menarik di dalam perjalan hidup. Buatku apapun itu maknanya sangat bernilai. Kali ini mulai lagi aktif untuk ikut pameran dan bazar buku. Sudah 2 tahun lebih aku tidak aktif sharing dan selling tentang Total Development Program, ETLlearning, Educational Product, Tigaraksa Satria.

Banyak hal yang membuatku mundur perlahan dan rasanya malas sekali untuk memulai. Padahal di tahun 2014 aku sudah mulai merasakan asyiknya mendapatkan hadiah untuk target yang telah dicapai.

Mulai dari banyaknya komplain dari konsumen, hadiah yang susah sekali ditukar dan ternyata pihak kantor tidak bisa memenuhi penukaran hadiah. Beberapa pen lama yang rusak telah diperbaiki tapi tak lama kemudian setelah diperbaiki rusak lagi. Konsumen yang menjadi pelangganku ditouch oleh konsultan lain tidak lagi memesan buku lagi padaku, dan akhirnya lepas tidak lagi ada berada di bawah timku. Ada beberapa komplain yang akhirnya membuatku ciut dan murung. Ditambah dengan aku sudah tidak mempunyai support group lagi karena leader groupku pun sudah lama tidak aktif. Plus alasan Jo sudah sekolah, berlanjut hamil Didi, tidak ada yang menjaga Jo dan banyak lagi alasan lain. Sempat pula aku ikut pameran di sekolah Jo tapi hasilnya nihil. Padahal untuk para orangtua di sana uang untuk membeli salah satu paket Total Development Program bukanlah uang yang terlau sulit untuk dikumpulkan. Apalagi ada program cicilan. Ah mungkin juga ini hanya karena caraku saja dalam menawarkan yang tidak tepat. Bertambah banyaknya konsultan buku yang berseliweran di dunia maya menambah rasa malasku untuk aktif lagi. Di satu sisi membuatku malah makin merasa diri ini gagal dan tidak sekeren mereka yang sedang aktif-aktifnya selalu update dengan promo-promo. Entah kenapa rasanya aku sangat kehilangan nyawa.

Apa yang membuatku sekarang mau lagi untuk aktif? Suatu saat seseorang mengirim pesan di facebookku. Aku lupa juga kapan aku mengirim pesan pada seseorang itu. Alangkah kagetnya ternyata itu adalah calon konsumen yang pernah kusapa tahun 2012 saat menawarkan Widya Wiyata Pertama dulu. Wow luar biasa kaget dan tentu saja senang. Ternyata bibit yang aku tanam dahulu bisa bersambut walaupun jauh di tahun-tahun berikutnya.

Cerita berawal dari ia menanyakan harga terkini Widya Wiyata Pertama sekarang. Rupanya ia punya WWP versi lama. Sekarang ia ingin menghadirkan untuk anak tersayangnya. WWP yang ia punya dulu merupakan hadiah dari sang Ayah yang dibawa satu per satu setiap bulannya ke rumah. Memori yang begitu melekat di ingatannya akan buku yang berkesan menemaninya sedari ia duduk di bangku sekolah dasar.

Hari ini kami bertemu di pameran Smart Kids Asia. Ia datang bersama istri dan anaknya. Wah senang sekali rasanya ia mau hadir datang untuk melihat WWP versi Ingris yaitu Child First Dictionary. Setelah menjelaskan CFL dan beberapa program lainnya memang ia yang aku sapa mas tidak langsung jadi membeli. Ya sepertinya mas dan istrinya masih mempertimbangkan beberapa hal. Jangan ditanya anaknya, ia sangt suka buku. Matanya begitu berbinar-binar saat melihat buku-buku rapi tertata. Melepaskan sendalnya duduk di kursi dan membolak-balik buku di meja. Ya, ia sudah bisa membaca buku berbahasa Inggris memasuki usianya yang hampir 6 tahun. Melihatnya sangat mengingatkanku pada Jo dan anak-anak dari konsumenku yang sangat menyukai buku walaupun banyak diantaranya yang belum bisa membaca. Tak mengapa, aku syukuri hari ini sebagai tabunganku nanti. Sambil dari sekarang aku harus lebih rajin lagi menanam bibit baru.

Aku banyak melakukan kesalahan. Menyakiti dan membuat konsumenku kecewa. Banyak berjanji hal yang akhirnya malah tidak dapat aku tepati. Sampai ada yang benar-benar marah dan tidak mau dihubungi lagi, walupun itu kesalahan teknis yang tidak murni 100% kesalahanku. Aku sangat-sangat menyesal akan hal itu dan aku mohon maafkan kesalahan besar yang pernah aku buat di masa lalu. Tapi itu pelajaran berharga yang aku harus terima dan harus mau kuperbaiki. Jika tidak maka kejadian berulang akan terus menghantui. Kepercayaan sesorang harus selalu dipegang dan janji itu harus dipenuhi.

Oh ya, di pameran ini pun aku bertemu dengan kenalan lama dan kenalan baru. Ada yang benar-benar dipertemukan tanpa sengaja, ada juga yang memang datang bertemu karena sudah membuat janji bertemu. Rasanya memang jodoh itu tidak bisa hanya ditunggu. Tapi harus dicari dan sengaja untuk dipertemukan. Jika tidak jalanlah di tempat saja dan tidak akan mendapatkan apa-apa.

Jika soal materi, kebutuhan primer kami sudah sangat tercukupi. Alhamdulillah syukur selalu pada Allah Yang Menguasai semesta alam ini. Lalu apa yang sih yang aku cari? Lama aku merenung dan terus berpikir. Ternyata aku selalu ingin memenuhi hidupku dengan momen-momen menarik, cerita seru dan bermanfaat lainnya. Sehingga ada yang selalu bisa aku bagi untuk Jo dan Didi.

Ah teruslah berjalan Dat. Banyak yang bisa kamu lakukan jika kamu bergerak, berjalan, dan berlari. Jangan hanya diam, termenung, dan membiarkan semuanya berlalu pergi. Setelah sekian lama tertidur dan bermimpi, sekarang saatnya bangun dan wujudkan mimpi itu.

~Dat 19 Feb 17

Tulisan serius setelah pulang. Sesekali mengungkapkan isi kepala yang terlalu takut untuk keluar dari jalur aman dan nyaman.

2 tanggapan pada “Jodoh

  1. Clobetasol Website Secure online pharmacy Cephalexin Drug Class Cheapest Levitra Plus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *